Kamis, 10 Oktober 2019

WAWASAN KEILMUAN, TEKNOLOGI, DAN LINGKUNGAN (IPTEK)



 WAWASAN KEILMUAN, TEKNOLOGI, DAN LINGKUNGAN
   
      1.      Peran kemajuan ilmu pengetahuan dalam meningkatkan Kesejahtraan rakyat
Tuntutan terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin mengemuka. IPTEK dituntut mampu mencari berbagai alternative pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan mengembangkan perilaku kritis, obyektif, dan rasional sehingga bisa mengetahui kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
IPTEK bukanlah suatu system tersendiri yang hanya berada diruang penelitian dan laboratorium dalam sebuah menara gading yang terpisah dari masyarakat sekitarnya. Pada akhirnya, IPTEK harus mampu menjadi suluh penerang dan pedoman bagi seluruh warga masyarakat untuk bisa membawanya ke Indonesia yang gemilang. Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
Peran iptek dalam membangun peradaban suatu bangsa telah lama diakui secara universal,peran berbagai negara menunjukan secara jelas bahwa iptek menduduki peran sentral bagi pertumbuhan dan bagi memperkokoh daya saing utama pada arena persaingan global.
Perubahan ke empat pasal 31 ayat 5 uud 1945, yang berbunyi “pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, perlu kita jabarkan dan terapkan dalam program pembangunan bangsa. Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha secara sadar untuk menyelidiki,menemukan dan meningkatkan pola pikir atau pemahaman manusia secara rasional dan sistematis dari berbagai segi kenyataan dalam alam. Ilmu pengetahuan menurut kami sangat penting dalam memajukan kesejahteraan rakyat. Dapat kita lihat juga pada uu pasal 31 ayat (5) yakni “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”
Untuk menciptakan kesejahteraan umum khususnya untuk menanggulangi kemiskinan menempuh 2 pendekatan yaitu,pertama adalah melalui mekanisme ekonomi.Melalui pendekatan ini ,pertumbuhan ekonomi yang kuat didorong diantaranya dengan memperluas investasi dan meningkatkan belanja pemerintah.Melalui pertumbuhan ekonomi yang kuat otomatis akan terjadi perluasan kesempatan kerja.Akibatnya akan semakin banyak warga negara yang memperoleh penghasilan.Melalui mekanisme ekonomi semacam ini peningkatan kesejahteraan umum dan penurunan tingkat kemiskinan terjadi.Pendekatan kedua,yang dilakukan pemerintah dengan membuka ruang bagi intervensi positif pemerintah untuk terlibat langsung dalam ;penurunan kemiskinan melalui berbagai kebijakan.Pemerintah terus menggulirkan progran-program prorakyat atau program untuk rakyat miskin dengan jumlah yang lebih besar dan dengan persebaran yang lebih luas.
Saat ini,pemerintah membagi program bantuan untuk rakyat miskin ini kedalam 4 klaster,klaster pertama merupakan program bantuan dan perlindungan sosial diantaranya berwujud beras murah untuk masyarakat ekonomi tidak mampu(RASKIN),program keluarga harapan,bantuan operasional sekolah,dan jaminan kesehatan masyarakat atau JAMKESMAS. Klaster kedua,melalui program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri,jelasnya. Klaster ketiga,melalui kredit usaha rakyat untuk klaster keempat,yang mulai efektif pada 2012 dan dilaksanakan secara bertahap meliputi sejumlah program yaitu,rumah murah,kendaraan angkutan umum murah,air bersih untuk rakyat,listrik murah,peningkatan kehidupan nelayan,dan peningkatan kehidupan masyarakat miskin perkotaan,melalui 4 klaster itu kita berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah trobosan yang secara fundamental.
Peran pemerintah dapat menciptakan kestabilan pasar baik dalam bentuk produksi dan distribusi contohnya dalam setiap produksi,pemerintah menentukan standar nasional indonesia bagi setiap barang yang diproduksi,pemerintah sebagai pemerataan bagi setiap harga yang ada dipasar dan bagaimanapun juga pemerintah dapat mensejahterakan rakyat secara merata,tetapi pada kenyataannya pada masa sekarang pemerintah belum maksimal dalam melaksanakan sistem yang telah dibuat.
Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan tidak hanya terdapat pada peningkatan ilmu pengetahuan namun menyangkut seluruh aspek kehidupan yaitu,sandan pangan dan papan serta keamanan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan tujuan tersebut,diantaranya dengan memberikan bantuan modal berupa modal usaha,beasiswa,bantuan perumahan,bantuan alat-alat perikanan pertanian serta bantuan langsung tunai(BLT)
Berbagai program dan kegiatan pembangunan telah diberikan pemerintah agar seluruh rakyat indonesia dapat hidup sejahterah.namun kenyataannya sampai saat ini masih banyak rakyat indonesia yang masih berada dibawah garis kemiskinan .Fakta dilapangan menunjukkan masih banyak dari mereka yang mendapatkan program bantuan pemerintah namun bantuan itu tidak dapat merubah nasibnya,bahkan tidah digunakan semestinya.Disinilah juga salah satu peran penting dari ilmu pengetahuan dalam memajukan kesejahteraan rakyat,bagaimana kita harus berpikir rasional untuk menggunakan bantuan dari pemerintah dengan semestinya.
Dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan NKRI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,sejalan dengan pembukaan UUD,badan tubuh konstitusi diantaranya pasal 20,pasal 21,pasal 28c ayat (1),pasal 31 dan pasal 32.juga mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan kemauan dan ketakwaan kepada tuhan yang Maha Esa serta akhlak maka dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan UU.Sistem pendidikan nasional tersebut harus mampu menjamin pemerataan pendidikan,peningkatan mutu serta relevansi dan efisien manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal,nasional,dan global.untuk itu perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencanaterarah,dan berkesinambungan.
Sebagai contoh Peran Ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan adalah sebagai berikut :
     a.    Penyediaan pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
    b.   Penyediaan Sandang
• Pada awalnya bahan sandang dihasil\\kan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
• Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
• Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
• Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
      c.       Penyediaan Papan
• Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk
• Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu
• Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
• Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
• Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti  tumor dan lain-lain
• Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
      d.      Penyediaan Energi
• Kebutuhan akan energi
• Sumber-sumber energi
• Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
• Sumber energi pengganti yang tak habis pakai

    2.   Pengembangan dan penerapan teknologi
Pada jaman modern sekarang ini, banyak manusia yang membutuhkan suatu alat bantu praktis, untuk mempermudah manusia melakukan berbagai kegiatannya. Teknologi mempunyai peranan yang sangat penting untuk menunjang kemudahan itu. Dalam perekonomian suatu negara jarak dan waktu bukanlah sebuah masalah lagi, banyak berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dinegara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Contoh :kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi.Produktivitas industri semakin meningkat Investasi dan reinvestasi yang berlangsunng secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi.
Persaingan daam dunia kerja, menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.  Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan, kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja mengalami perubahan yang sangat cepat. Akibatnya pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasi pengetahuan dan skill sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang berubah.
Contoh penerapan dalam teknologi
Teknologi informasi turut mewarnai dunia perbankan, saat sekarang ini telah banyak pelaku ekonomi khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam melakukan sebuah transaksi dalam sebuah pembayaran, tetapi mereka telah memanfaatkan sebuah layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern.
Seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada ATM di tempat tersebut. ini terjadi karena pengembangan teknologi yang sangat canggih sehingga seorang nasabah tersebut dapat melakukan kegiatan mengecek saldo dan mentrasfer uang kerekening yang lain hanya dengan hitungan menit semua transaksi dapat dilakukan.
Hal ini dapat terjadi dengan mudah karena perkembangan ilmu teknologi yang ada, sehingga memudahkan manusia untuk melakukan atau melaksanakan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan suatu negara.

MATERI SIMPLE PRESENT

MATERI SIMPLE PRESENT


Simple present affirmative
S + Verb 1 / Verb dasar / to be (is, am , are) + O
Contoh kalimat:
“I read this novel every day.”
“He cries every night since his dog died.”
Simple present interrogative
Do / Does + S + Verb 1 + O
Contoh kalimat:
“Do you think he’s mad at me?”
“Does he read the instructions?”
Simple present negative
S + Don’t / Doesn’t + Verb 1 + O atau S + to be (is, am, are) + not + O (untuk kata kerja / verb berbentuk to be)
Contoh kalimat:
“I don’t think she gets the letter.”
“He doesn’t come last night.”
Itu dia beberapa hal mengenai simple present tense yang bisa Anda pelajari. Agar mudah terbiasa, penting sekali bagi kita untuk terus berlatih bahasa Inggris agar semakin fasih dan terlatih dalam menulis, mendengar, dan berbicara menggunakan bahasa Inggris.
Untuk mengetahui kemampuan kita dalam bahasa Inggris, kita perlu latihan dengan menggunakan soal-soal bahasa Inggris. Di bawah ini sudah disiapkan satu set soal pilihan ganda mengenai simple present tense.



SOAL
Choose one of the four choices that you think is the right answer then cross (x) on your chosen answer!
1. She _____ her dog everyday
a. To feed
b. Feed
c. Feeds
d. Feeding

2. I ____ always ____ to the dentist
a. Do not, go
b. Does not, go
c. Do not, went
d. Does not, went

3. When __ you ____ a shower?
a. Do, took
b. Do, take
c. Do, taken
d. Do, taking

4. Q: Do you like to sing?
A: …
a. Yes, I likes to sing
b. Yes, I like to sing
c. Yes, I am liking to sing
d. Yes, I liked to sing

5. Tom and I ____ ____ together.
a. Do surfing
b. Don’t surfing
c. Do surfs
d. Don’t surf

6. I ___ breakfast every day at 7 AM
a. Eat
b. To eat
c. Ate
d. Eaten

7. Q: How do you go to school?
A: We ___ the bus to school
a. Rode
b. Ridden
c. Ride
d. Riding

8. Q: When do you do your homework?
A: …
a. I have did my homework at 6 PM
b. I did my homework at 6 PM
c. I do my homework at 6 PM
d. I am doing my homework at 6 PM

9. Q: Do you enjoy playing in the park?
A: …
a. No, I doesn’t enjoy playing in the park
b. No, I no enjoy playing in the park
c. No, I don’t enjoy playing in the park
d. No, I don’t enjoys playing in the park

10. Q: Does he love his mother?
A: …
a. He love his mother
b. He loves his mother
c. He to love his mother
d. He is loving his mother

JAWABAN
Answers:
1.c, 2.a, 3.b, 4.b, 5.d, 6.a, 7.c, 8.c, 9.c, 10.b

FISIKA DASAR 2

NAMA  : RAUDATUL ADAWIAH
NIM      : H0417329
KELAS  :  FISIKA B 2017
FISIKA DASAR 2

Hukum Gauss
       I.            Pengertian
Hukum Gauss adalah hukum yang menentukan besarnya sebuah fluks listrik yang melalui sebuah bidang. Hukum gauss menyatakan bahwa besar dari fluks listrik yang melalui sebuah bidang akan berbanding lurus dengan kuat medan listrik yang menembus bidang, berbanding lurus dengan area bidang dan berbanding lurus dengan cosinus sudut yang dibentuk fluks listrik terhadap garis normal.
 Hukum ini dirumuskan oleh Carl Friedrich Gauss (17771855). Beliau adalah salah seorang matematikawan terbesar sepanjang masa. Banyak bidang hukum matematika yang dipengaruhinya dan dia membuat kontribusi yang sama pentingnya untuk fisika teoritis.
 Hukum Gauss berbunyi "bahwa fluks listrik total yang melalui sembarang permukaan tertutup (sebuah permukaan yang mencakup volume tertentu) sebanding dengan muatan lisfiik (netto) total di dalam permukaan itu" .
Hukum Gauss dapat digunakan untuk menghitung medan listrik dari sistem yang mempunyai kesimetrian yang tinggi (misalnya simetri bola, silinder, atau kotak). Untuk menggunakan hukum gauss perlu dipilih suatu permukaan khayal yang tertutup (permukaan gauss). Bentuk permukaan tertutup tersebut dapat sembarang. 
Pada Hukum Gauss medan listrik berpangkal dimuatan positif dan berakhir dimuatan negatif. Apabila  satu atau sejumlah muatan positif dikurung oleh suatu permukaan tertutup tentulah garis garis medan benar benar menembus keluar dari permukaan tertutup tersebut, secara kuantitatif hasilnya bilangan positif. Sebaliknya jika yang dikurung (dilingkupi) muatan negatif, tentulah garisgaris medan akan masuk menuju permukaan tertutup tersebut, maka jumlah garis medan ini bilangan negatif. Banyaknya sebanding dengan besarnya (harga mutlak) muatan tersebut. Bila tidak ada muatan yang dikurung tentulah setiap garis medan yang masuk akan keluar pula dari permukaan tertutup ini dan menghasilkan jumlah garis medan nol, yang masuk (-) sama dengan yang keluar (+). Hukum Gauss terutama digunakan untuk menghitung medan listrik oleh benda bermuatan yang bentuknya mempunyai simetri, misalnya bidang datar, bola atau silinder. Tetapi sebaliknya bila kuat medan dalam ruang diketahui tentulah Hukum Gauss dapat pula digunakan untuk menentukan banyaknya muatan yang dikurung oleh suatu permukaan tertutup. Karena kuat medan listrik dapat pula ditentukan dengan menggunakan Hukum Coulomb tentulah hasil kedua cara ini harus sesuai. Artinya kita dapat mendeduksikan Hukum Coulomb dari penerapan Hukum Gauss.

II.            Penggunaan Hukum Gauss
Bila kita hendak menggunakan Hukum Gauss untuk menentukan kuat medan listrik disekitar suatu distribusi muatan kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:                                                                1.Simetri apa yang dipunyai sistem ini, dari sini diperoleh gambaran kualitatif tentang medan 
tersebut
            2.Pilih suatu permukaan (khayal) yang kita sebut permukaan Gauss yang sesuai
               dengan bentuk simetri diatas, melalui titik yang akan ditentukan kuat medannya itu.          

      III.            Hukum Gauss Pada Bidang Datar
Menentukan kuat medan listrik sekitar muatan (+) yang tersebar serba sama pada sebuah bidang datar yang sangat luas, jumlah muatan persatuan luas (rapat muatannya). Sistem ini mempunyai simetri bidang, gambaran garis medannya. Misalkan terdapat muatan bidang tak hingga (non konduktor) dengan rapat muatan. Dipilih permukaan Gauss berupa silinder dengan luas tutup kiri dan kanan sebesar A. Medan listrik seragam di kiri dan kanan bidang yang arahnya keluar. Tidak ada fluks yang menembus selimut silinder.

Makalah Filsafat SAINS

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
       Manusia merupakan makhluk yang berpikir, merasa, mengindera: dan totalitas pengetahuannya berasal dari ketiga sumber tersebut, disamping wahyu yang merupakan komunikasai Sang Pencipta dengan makhluknya. Manusia memiliki sifat yang berbeda dengan makhluk lain, yaitu sifat ingin tahu yang tinggi sehingga rasa ingin tahu ini semakin hari semakin bertambah. Oleh sebab itu manusia dikatakan sebagai makhluk yang mengembangkan pengetahuannya secara sungguh-sungguh. Binatang juga memiliki pengetahuan, namun pengetahuannya hanya terbatas untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kebutuhan hidupnya dan mengembangkan hal-hal baru. Hal ini menunjukkan bahwa manusia dalam hidupnya tidak sekedar mengatasi kebutuhan hidupnya namun memiliki tujuan tertentu yang lebih tinggi dari pada itu.
       Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diperoleh manusia melalui sebuah pengamatan. Saat seseorang mengamati suatu hal dan dia memperoleh sesuatu dari pengamatannya, maka bisa disebut orang tersebut memperoleh sebuah pengetahuan.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah makalah ini, yaitu:
1.      Jelaskan apa yang dimaksud penalaran?
2.      Apakah defenisi dari logika?
3.      Jelaskan defenisi dari sumber pengetahuan?
4.      Jelaskan apa yang dimaksud kriteria kebenaran?
C.    Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dengan adanya makalah ini, yaitu:
1.         Mengetahui apa yang dimaksud Penalaran.
2.         Dapat Mengetahui defenisi dari Logika.
3.         Dapat menjelaskan defenisi dari Sumber Pengetahuan.
4.         Mengetahui apa yang dimaksud Kriteria kebenaran.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian dan Dasar-dasar Pengetahuan
Pengetahuan merupakan kajian panjang sehingga terjadi pergulatan sejarah pemikiran filsafat dalam menemukan pengertian pengetahuan. Hal ini wajar karena “keistimewaan” filsafat adalah perselisihan, pergumulan pemikirannya itu berlangsung terus selamanya. Suatu produk pemikiran filsafat selalu ada yang menguatkan, mengkritik, melemahkan bahkan akan ada yang merobohkan pemikiran itu. Kelakpun akan dijumpai yang satu menegaskan sedang yang lain mengingkari. Begitulah seterusnya akan selalu berada dalam bingkai dialektika.
     Sedangkan Ilmu merupakan pengetahuan yang terorganisasi dan diperoleh melalui proses keilmuan. Sedangkan proses keilmuan adalah cara memperoleh pengetahuan secara sistematsi tentang suatu sistem. Perolehan sistematis ini biasanya atau pada umunya berupa metode ilmiyah. Dari proses metode ilmiah itu melahirkan “science”. Science atau tepatnya Ilmu pengetahuan memilki arti spesifik bila digandengkan dengan ilmu pengetahuan yaitu sebagai kajian keilmuan yang tersistematis sehingga menjadi teori ilmiah-obyektif ( dapat dibuktikan secara empiris ) dan prediktif ( menduga hasil empiris yang bisa diperiksa sehingga bisa jadi hasilnya bersesuaian atau bertentangan dengan realita empiris).
      Pengetahuan dalam pandangan Rasionalis bersumber dari “Idea”. Tokoh awalnya adalah Plato (427-347). Menurutnya alam idea itu kekal, tidak berubah-ubah. Manusia semenjak lahir sudah membawa idea bawaan sehingga tinggal mengingatnya kembali untuk menganalisa sesuatu itu. Istilah yang digunakan Rene Descartes (1596-1650) sebagai tokoh rasionalis dengan nama “innete idea”. Penganut rasionalis tidak percaya dengan inderawi karena inderawi memiliki keterbatasan dan dapat berubah-ubah. Sesuatu yang tidak mengalami perubahan itulah yang dapat dijadikan pedoman sebagai sumber ilmu pengetahuan. Aristatoles dan para penganut Empirisme-Realisme menyanggah yang disampaikan oleh kaum Rasionalis. Mereka berdalih bahwa ide-ide bawaan itu tidak ada. Hukum-hukum dan pemahaman yang universal bukan hasil bawaan tetapi diperoleh melalui proses panjang pengamatan empiric manusia. Aristatoles berkesimpulan bahwa ide-ide dan hukum yang universal itu muncul dirumuskan akal melalui proses pengamatan dan pengalaman inderawi.

Pengetahuan yang tidak bisa diukur dan dibuktikan dengan empiric-realitas-material merupakan pengetahuan yang hayali, tahayul dan bohong (mitos). Aliran empirisme menyatakan bahwa pengetahuan itu diperoleh melalui pengalaman-pengalaman yang konkrit. Sedangkan aliran rasionalis berpendapat bahwa pengetahuan manusia didapatkan melalui penalaran rasional. Kedua pendekatan ini merupakan cikal bakal lahirnya positivisme modern dalam kajian keilmuan.

B . Penalaran
       Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaan – Nya. Secara simbolik manusia memakan buah pengetahuan lewat Adam dan Hawa, dan setelah itu manusia harus hidup berbekal pengetahuannya itu. Dia mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, serta mana yang indah dan mana yang jelek. Secara terus menerus dia selalu hidup dalam pilihan.
     Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan ini sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas hanya untuk kelangsungan hidupnya. Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan-kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dan memikirkan hal-hal baru, menjelajah ufuk baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidupnya, namun lebih dari pada itu. Manusia mengembangkan kebudayaan; memberi makna bagi kehidupan; manusia ‘memanusiakan” diri dalam dalam hidupnya. Intinya adalah manusia di dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. Inilah yang membuat manusia mengembangkan pengetahuannya dan pengetahuan ini mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas.
Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan oleh dua hal utama;
      a. Bahasa; manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan                pikiran yang melatar belakangi informasi tersebut.
      b. Kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara              berpikir seperti ini disebut penalaran.
       Dua kelebihan inilah yang memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya yakni bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang mampu menalar.
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang berpikir, merasa, bersikap, dan bertindak. Sikap dan tindakan yang bersumber pada pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa atau berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan merasa atau berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan. Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama oleh sebab itu kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itupun berbeda-beda dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran mempunyai apa yang disebut sebagai kriteria kebenaran, dan kriteria kebenaran ini merupakan landasan bagi proses kebenaran tersebut. Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai criteria kebenaran masing-masing. Sebagai suatu kegiatan berpikir maka penalaran mempunyai ciri-ciri tertentu.
Ciri yang pertama ialah adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika, dan tiap penalaran mempunyai logika tersendiri atau dapat juga disimpulkan bahwa kegiatan penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir logis, dimana berpikir logis di sini harus diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut suatu pola tertentu atau logika tertentu.
 Ciri yang kedua dari penalaran adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang menyandarkan diri kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang digunakan untuk analisis tersebut adalah logika penalaran yang bersangkutan. Artinya penalaran ilmiah merupakan kegiatan analisis yang mempergunakan logika ilmiah, dan demikian juga penalaran lainnya yang mempergunakan logikanya tersendiri. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari suatu pola berpikir tertentu. 
C . Logika
Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, di mana logika secara luas dapat didefenisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih.”1 Terdapat bermacam-macam cara penarikan kesimpulan, namun untuk sesuai dengan dengan tujuan studi yang memusatkan diri kepada penalaran maka hanya difokuskan kepada dua jenis penarikan kesimpulan, yakni logika induktif dan logika deduktif. Logika induktif erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan bersifat umum. Sedangkan logika deduktif, menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual (khusus).
       a.       Induksi
Induksi merupakan cara berpikir di mana ditarik dari suatau kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individu. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang bersifat khas dan dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan
pernyataan yang bersifat umum. Kesimpulan yang bersifat umum ini penting artinya karena mempunyai dua keuntungan, yaitu :
   o   Bersifat ekonomis.
   o   Dimungkinkannya proses penalaran selanjutnya.
      b.       Deduksi
Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang sebaliknya dari penalaran induktif. Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pertanyaan dan satu kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogismus ini disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut.
Jadi ketepatan penarikan kesimpulan tergantung pada tiga hal yakni kebenaran premis mayor, kebenaran premis minor, dan keabsahan penarikan kesimpulan. Sekiranya salah satu dari ketiga unsur tersebut persyaratannya tidak dipenuhi maka kesimpulan yang akan ditariknya akan salah. Matematika adalah pengetahuan yang disusun secara deduktif.

D . Sumber Pengetahuan
     Pengetahuan merupakan kegiatan akal yang mengolah hasil tangkapan yang tidak jelas yang timbul dari indera kita, ingatan atau angan-angan kita. Ada beberapa sumber untuk mendapatkan pengetahuan, antara lain:
1.      Akal atau rasio
Aliran pemikiran yang menekankan pentingnya peran akal atau ide disebut rasionalisme. Kaum rasionalis mempergunakan metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Kaum rasionalis yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja. Jadi ide kaum rasionalis bersifat apriori dan pengalaman didapatkan dari penalaran rasional. Masalah yang timbul dari berpikir seperti ini adalah mengenai kriteria untuk mengetahui kebenaran dari suatu ide yang menurut seseorang jelas dan dapat dipercaya. Hal ini terjadi karena premis-premis yang hanya bersumber pada penalaran rasional dan tidak memperdulikan pengalaman.
2.      Pengalaman
Aliran pemikiran yang menekankan pengalaman sebagai sumber pengetahuan disebut empirisme. Kaum empiris berpendapat bahwa pengetahuan manusia itu bukan didapat dari penalaran rasional yang abstrak namun lewat pengalaman yang konkret. Masalah utama yang timbul dalam penyusunan pengetahuan secara empiris adalah bahwa pengetahuan yang dikumpulkan itu cenderung untuk menjadi suatu kumpulan fakta-fakta. Kumpulan mengenai fakta atau kaitannya antara berbagai fakta, belum menjamin terwujudnya suatu sistem pengetahuan yang sistematis. Pengalaman dalam empirisme yang dimaksud ialah pengalaman inderawi. Pengetahuan inderawi ini bersifat parsial karena indera yang satu berbeda dengan indera yang lainnya. Jadi pengetahuan inderawi berdasar pada perbedaan indera dan terbatas pada sensibilitas indera tertentu.


  1. Intuisi
Intuisi merupakan pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran tertentu. Intuisi besifat personal dan tidak dapat diramalkan. Pengetahuan intuitif dapat dipergunakan sebagai hipotesis bagi analisis selanjutnya dalam menentukan benar tidaknya pernyataan yang dikemukakan. Kegiatan intuitif dan analitik dapat bekerjasama dalam menemukan suatu kebenaran.
  1. Wahyu
Wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada manusia. Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-nabi yang diutus-Nya sepanjang zaman. Agama merupakan pengetahuan bukan saja mengenai kehidupan sekarang yang terjangkau pengalaman, namun juga mencakup masalah-masalah yang bersifat transedental seperti latar belakang penciptaan manusia dan hari kemudian di akhirat nanti. Singkatnya, agama dimulai dari rasa percaya, dan lewat pengkajian selanjutnya kepercayaan itu meningkat atau menurun. Sedangkan pengetahuan muncul dari rasa tidak percaya, dan setelah melalui proses pengkajian ilmiah, bisa diyakinkan atau tetap pada pendirian semula.


E  . Kriteria Kebenaran
Pengertian Kebenaran
        Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Kebenaran menurut setiap individu relatif berbeda-beda, sehingga setiap jenis pengetahuan mempunyai kriteria kebenaran yang tidak sama. Hal ini disebabkan oleh watak pengetahuan yang berbeda.
Jenis-jenis Kebenaran
Ada tiga jenis kebenaran, yakni:
1.    Kebenaran Epistimologis
      Kebenaran epistimologis disebut juga kebenaran logis. Kebenaran epistimologis merupakan kebenaran yang berhubungan dengan pengetahuan manusia. Sebuah pengetahuan disebut benar dan kapan pengetahuan disebut benar apabila apa yang terdapat dalam pikiran subjek sesuai dengan apa yang ada dalam objek.
2.    Kebenaran Ontologis
        Kebenaran ontologis berkaitan dengan sifat dasar atau kodrat dari obyek. Kebenaran ontologis merupakan kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada hakikat segala sesuatu yang ada.
3.    Kebenaran Semantik
       Kebenaran semantik merupakan kebenaran yang terdapat dan melekat dalam tutur kata dan bahasa. Kebenaran ini berkaitan dengan pemakaian bahasa. Bahasa merupakan ungkapan dari kebenaran.
Teori Kebenaran
 Ada tiga macam teori kebenaran, yakni:
1.    Teori Koherensi
           Menurut teori koherensi suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdasarkan teori koheren.
2.    Teori Korespondensi
       Berdasarkan teori korespondensi, pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pertanyaan tersebut.
3.    Teori Pragmatis
      Berdasarkan teori pragmatis, pernyataan dianggap benar diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Artinya, suatu parnyataan adalah benar, jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Pragmatisme bukanlah suatu aliran filsafat yang mempunyai doktrin-doktrin filsafati melainkan teori dalam penentuan kriteria kebenaran.




BAB III
PENUTUP

     A.    Kesimpulan
Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diperoleh manusia melalui sebuah pengamatan. Saat seseorang mengamati suatu hal dan dia memperoleh sesuatu dari pengamatannya, maka bisa disebut orang tersebut memperoleh sebuah pengetahuan.Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Apa yang disebut benar bagi setiap orang itu berbeda-beda sehingga kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu pun juga berbeda-beda. Oleh sebab itu, cara berpikir mempunyai kriteria kebenaran yang digunakan sebagai landasan untuk menemukan kebenaran.
      B.     Saran
Penulis menyarankan agar pembaca lebih memperbanyak lagi referensi-referensi mengenai Dasar-Dasar Pengetahuan selain makalah ini. Hal ini dikarenakan oleh keterbatasan penulis dalam mencari referensi-referensi dalam penyusunan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Hubbi, kimia. 2015.Dasar-Dasar Pengetahuan, (Online), http://KimiaHubbi.blogspot.co.id/2015/03/dasar-dasar pengetahuan , diakses 12 Februari 2018


Soberi , Muhammad. 2015.DASAR-DASAR PENGETAHUAN , (Online), http://MuhammadSoberi.blogspot.co.id/2015/03/dasar-dasar pengetahuan , diakses 12 Februari 2018

Koftsoff,Louis O1987.ELEMENT OF PHILOSOPY,atau PENGANTAR FILSAFAT,Terj. Soemargono, Soejono.YogyakartaTIARA WICAKSANA YOGYA.