Kamis, 10 Oktober 2019

Besaran, Satuan, Dimensi dalam Pengukuran Fisika


Besaran, Satuan, Dimensi dalam Pengukuran Fisika

1. Besaran dan Satuan
Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran (besar) dan satuan. Sementara, satuan digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) adalah satuan hasil konferensi para ilmuwan di Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Besaran terdiri dari besaran pokok dan besaran turunan.
a. Besaran Pokok
Merupakan besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok sifatnya bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain. Berikut, disajikan besaran pokok yang telah disepakati oleh para ilmuwan.


b. Besaran Turunan

Merupakan turunan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan menggabungkan beberapa satuan besaran pokok. Berikut merupakan beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya, perhatikan ya.


2. Dimensi
Cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya dinamakan dimensi. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisannya dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut!
Sekarang, coba tentukan dimensi besaran-besaran berikut!
  • Luas (L) = panjang × lebar = [L] × [L] = [L]²
  • Volume (V) = panjang × lebar × tinggi = [L] × [L] × [L] = [L]³
Dimensi memiliki dua kegunaan:
Analisis Dimensional
Suatu cara untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan, dengan cara memerhatikan dimensi besaran tersebut.



Menunjukkan Kesetaraan Beberapa Besaran
Selain digunakan untuk mencari satuan, dimensi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang terlihat berbeda.





Laporan Kimia Dasar tentang Penentuan pH Larutan


Nama               : Nurul Amalia Aris
Kelas                : Fisika B
NIM                 : H0417010
                                                Mata Kuliah     : Kimia Dasar
                                                Percobaan        : Asam dan Basa

HASIL PENGAMATAN


No
Nama Senyawa
Komponen Penyusun
Hasi Pengamatan
Sifat Garam
Asam
Basa
Lakmus Merah
Lakmus Biru
pH
Kuat
Lemah
Kuat
Lemah
1
NaCl
 O
Merah
Biru
7
Netral
2
NHCl
 O


Merah
Merah
4
Asam
3
KOH


Biru
Biru
14
Basa
4
KCl
 O


Merah
Biru
9
Basa
5
Amoniak



Biru
Biru
12
Basa
6
Air Sabun


O

Biru
Biru
12
Basa
7
CHCOOH


 O
Merah
Merah
2
Asam



Senyawa sebelum di tetesi Indikator
No
Nama Senyawa
Komponen Penyusun
Hasi Pengamatan
Sifat Garam
Asam
Basa
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Kuat
Lemah
Kuat
Lemah
1
Ca(OH)

O

Biru
Biru
Basa
2
NaCO

O

Biru
Biru
Basa



Senyawa setelah ditetesi Indikator
No
Nama Senyawa
Komponen Penyusun
Hasi Pengamatan
Sifat Garam
Asam
Basa
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Kuat
Lemah
Kuat
Lemah
1
Ca(OH)

 O

Biru
Biru
Basa
2
NaCO

 O
O

Biru
Biru
Basa

KET : O berarti YA

PERTANYAAN DAN JAWABAN
A.     Pertanyaan
1.    Ada berapa kelompok larutan garam berdasarkan sifatnya? Sebutkan!
Jawab : Terdapat tiga kelompok larutan garam berdasarkan sifatnya diantaranya: Asam, Basa dan Netral.

2.     Darihasil pengamatan, kelompokkan senyawa garam yang telah diuji berdasarkan kekuatan relatif asam-basa penyusunnya!

Jawab :
No
Nama Senyawa
Komponen Penyusun
Asam
Basa
Kuat
Lemah
Kuat
Lemah
1
NaCl
 O
2
NHCl
O


3
KOH


4
KCl
 O


5
Amoniak



6
Air Sabun


O

7
CHCOOH


 O

Senyawa sebelum di tetesi Indikator
No
Nama Senyawa
Komponen Penyusun
Hasi Pengamatan
Sifat Garam
Asam
Basa
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Kuat
Lemah
Kuat
Lemah
1
Ca(OH)

O

Biru
Biru
Basa
2
NaCO

O

Biru
Biru
Basa

Senyawa setelah ditetesi Indikator
No
Nama Senyawa
Komponen Penyusun
Hasi Pengamatan
Sifat Garam
Asam
Basa
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Kuat
Lemah
Kuat
Lemah
1
Ca(OH)

 O

Biru
Biru
Basa
2
NaCO

 O
O

Biru
Biru
Basa

3.    Identifikasi laruran garam yang dapat terhidrolisis dalam air beserta reaksinya
Jawab :
Larutan yang terhidrolisis dalam air yaitu:
a.       Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah
NH4Cl terhidrolisis dalam air karena garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Amonium klorida (NH4Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl dalam basa lemah NH. HCl akan terionisasi sempurna menjadi H + dan Cl- sedangkan NH3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH - .Anion Cl- berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH4+ berasal dari basa lemah dapat terhidrolisis.
Persamaan Reaksinya:
NH4Cl(aq)→NH4+(aq)+Cl-(aq)
Cl-(aq)+H2O(l)(tidakterhidrolisis)

NH4+(aq)+H2O(l)→NH3(aq)+H3O+(aq)
Reaksi hidrolisis dari amonium (NH4+ ) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini menghasilkan ion oksonium (H3O) yang bersifat asam (pH<7).
b.  Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat
Larutan Na2CO3 terbentuk dari asam lemah H2CO3 dan basa kuat NaOH. H2CO3akan terionisasi sebagian membentuk 2H+ dan CO32-. Anion CO32- berasal dari asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedangkan kation Na+ berasal dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.
Na2CO3(aq)→CO32-(aq)+2Na+(aq)
Na+(aq)+H2O(l)  (tidakterhidrolisis)
CO32-(aq)+H2O(l)→H2CO3(aq)+OH-(aq)Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH>7).

KESIMPULAN
1.      Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, maka sifat larutan garamnya  adalah netral, sehingga pH = 7.
2.      Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, maka sifat larutan garamnya adalah asam, sehingga pH < 7.
3.      Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, maka sifat larutan garamnya adalah basa, sehingga pH > 7.
4.      Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, maka sifat garamnya bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb). Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa dan pH >7 .Jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dalam larutan bersifat asam dan pH < 7.Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral  dan pH = 7.


 Lampiran
1. Penggolongan Senyawa


2. Pengujian Indikator


3. Penentuan pH

Tidak ada komentar: