KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah hanya
kepada Allah SWT puji dan syukur senantiasa kita panjatkan atas segala hidayah
dan nikmat-Nya, semoga shalawat dan salam selalu terlimpah untuk junjungan
kita, Nabi Muhammad SAW,yang telah membacakan ayat-ayat-Nya,menyucikan jiwa
kita,dan mengajarkan hal-hal yang tidak kita ketahui.
Makalah ini kami buat
dengan tujuan untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah bahasa Indonesia.Selain
itu kami membuat makalah ini dengan tujuan untuk memahami tentang hakikat
maupun sejarah serta perkembangan bahasa Indonesia sendiri. Makalah disusun
agar pembaca dapat memahami tentang hakikat dan sejarah bahasa Indonesia. Di
dalam makalah ini kami membahas tentang hakikat dan sejarah perkembangan bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional Negara Indonesia dan sebagai bahasa pemersatu
rakyat Indonesia.
Tidak
lupa kami ucapkan terima kasih bagi pihak-pihak yang telah membantu kami dalam
proses pembuatan makalah ini. Tentu saja, makalah ini tidak luput dari
kesalahan, namun demikian kami perlu saran-saran dan kritik dari dosen Andik
S.kasnata.S.pd.M.pd selaku
pembimbing dan pembaca sehingga makalah ini dapat berkembang.
Kami berharap makalah
ini dapat bermanfaat bagi kami pribadi dan pembaca. Mudah-mudahan karya kami
dapat memberikan motivasi serta inspirasi bagi siapa saja bagi yang membacanya.
Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menyusun makalah ini kami ucapkan
terimah kasih.
Majene, 21 september 2017
Penyusun
Kelompok 1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................................i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B.
Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Masalah 1
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Bahasa 2
a.Ciri atau
sifat yang hakiki dari bahasa 2
b.Sifat-sifat
bahasa 2
B.Sejarah Bahasa Indonesia 4
C.Pembentukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional 5
D.Perkembangan Bahasa Indonesia 5
a.Perkembangan
bahasa Indonesia masa reformasi 7
b.Kedudukan
bahasa indonesia 7
c.Fungsi
indonesia 7
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan 9
B. Saran 9
DAFTAR
PUSTAKA 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia telah melalui sejarah
yang sangat panjang dan sudah jauh berkembang, baik dari kosa kata ataupun
maknanya sendiri. Dewasa ini bahasa Indonesia tidak hanya di pelajari oleh
masyarakat Indonesia sendiri, tetapi sudah di pelajari di beberapa di belahan
dunia . sehingga hal ini menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang
semakin di kenali semua masyarakat di dunia. Karenanya mahasiswa peserta
perkuliahan perlu mengetahui hakikat dan sejarah perkembangan bahasa Indonesia
dari zaman dulu hingga era modern ini.
Diera modern ini, bahasa
Indonesia telah berkembang secara luas bukan hanya di Indonesia tetapi juga di
luar Indonesia, dan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia atas prestasi
tersebut. Sehingga Bahasa Indonesia masuk dalam kelompok mata kuliah di setiap
perguruan Tinggi. Mahasiswa peserta Mata Kuliah Bahasa Indonesia perlu
disadarkan akan kenyataan keberhasilan ini dan ditimbulkan kebanggaannya
terhadap bahasa Nasional kita yaitu Bahasa Indonesia. Karena Kemahiran
berbahasa Indonesia bagi para mahasiswa merupakan cerminan dalam tata pikir,
tata laku, tata ucap dan tata tulis berbahasa Indonesia dalam konteks akademis
maupun konteks ilmiah. Sehingga Mahasiswa kelak akan menjadi insan terpelajar
bangsa Indonesia yang akan terjun ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
sebagai pemimpin dalam daerahnya masing-masing. Sehingga mahasiswa diharapkan
kelak dapat mengajarkan warga Indonesia yang masih belum mengetahui banyak
tentang bahasa Indonesia tentang arti penting bahasa yang sebenarnya sehingga
nantinya akan menjadi warga Negara yang dapat memenuhi kewajibannya di mana pun
mereka berada dan dengan siapa pun mereka bergaul di wilayah Negara kesatuan
republik Indonesia tercinta ini. Kemudian mahasiswa hendaknya dapat menyadari
akan pentingnya Sejarah, Fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa
Negara dan bahasa nasiona
B. Rumusan Masalah
Adapun rumuan
masalah tertera seperti sebagai berikut:
1)
Bagaimana
sejarah bahasa Indonesia?
2)
Bagaimana
kedudukan bahasa Indonesia?
3)
Apa
fungsi bahasa Indonesia?
C. Tujuan Masalah
Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai
berikut :
1) Dapat menjelaskan tentang bagaimana sejarah lahirnya
bahasa Indonesia
2) Dapat mengetahui kedudukan bahasa Indonesia
3) Dapat menjelaskan tentang fungsi bahasa Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN BAHASA
Bahasa adalah sistem lambang bunyi
yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja
sama,berkomunikasi,dan mengidentifikasikan diri (kridalaksana: 1983).
a.Ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa
yaitu:
(1) bahasa itu adalah sebuah sistem, (7) bahasa itu
bersifat unik
(2) bahasa itu berwujud lambang, (8) bahasa itu bersifat universal
(3) bahasa itu berupa bunyi, (9) bahasa itu bersifat produktif
(4) bahasa itu bersifat arbitrer, (10) bahasa itu bervariasi
(5) bahasa itu bermakna, (11) bahasa itu bersifat dinamis,dan
(6) bahasa itu bersifat konvensional, (12) bahasa itu manusiawi
(2) bahasa itu berwujud lambang, (8) bahasa itu bersifat universal
(3) bahasa itu berupa bunyi, (9) bahasa itu bersifat produktif
(4) bahasa itu bersifat arbitrer, (10) bahasa itu bervariasi
(5) bahasa itu bermakna, (11) bahasa itu bersifat dinamis,dan
(6) bahasa itu bersifat konvensional, (12) bahasa itu manusiawi
b. Sifat-sifat Bahasa
1.Bahasa itu adalah sebuah sistem
Sistem berarti
susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau
berfungsi. sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain
berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secara
teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk satu kesatuan.
Sebagai sebuah sistem,bahasa itu
bersifat sistematis dan sistemis. Sistematis artinya bahasa itu tersusun
menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak. Sistemis artinya bahasa itu
bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri dari sub-subsistem atau sistem
bawahan (dikenal dengan nama tataran linguistik). Tataran linguistik terdiri
dari tataran fonologi, tataran morfologi, tataran sintaksis, tataran semantik,
dan tataran leksikon.
2.
Bahasa itu Berwujud Lambang
Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang
dalam bidang kajian ilmu semiotika, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda
yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam semiotika dibedakan adanya beberapa
tanda yaitu: tanda (sign), lambang (simbol), sinyal (signal),gejala (sympton),gerak
isyarat (gesture), kode ,indeks,dan ikon. Lambang bersifat arbitrer, artinya
tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang
dilambangkannya.
3.
Bahasa itu berupa bunyi
Menurut Kridalaksana (1983), bunyi
adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang
bereaksi karena perubahan dalam tekanan udara. Bunyi bahasa adalah bunyi yang
dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi juga tidak semua bunyi yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4. Bahasa itu bersifat arbitrer
Kata arbitrer bisa
diartikan ’sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka’. Yang
dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara
lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang
dimaksud oleh lambang tersebut. Ferdinant de Saussure (1966: 67) dalam
dikotominya membedakan apa yang dimaksud signifiant dan signifie. Signifiant
(penanda) adalah lambang bunyi itu,sedangkan signifie (petanda) adalah konsep
yang dikandung signifiant.
Bolinger (1975: 22) mengatakan: Seandainya ada hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya itu, maka seseorang yang tidak tahu bahasa tertentu akan dapat menebak makna sebuah kata apabila dia mendengar kata itu diucapkan. Kenyataannya, kita tidak bisa menebak makna sebuah kata dari bahasa apapun (termasuk bahasa sendiri) yang belum pernah kita dengar, karena bunyi kata tersebut tidak memberi ”saran” atau ”petunjuk” apapun untuk mengetahui maknanya.
5. Bahasa itu bermakna
Salah
satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai
lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau
suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat
dikatakan bahwa bahasa itu mempunyi makna. Karena bahasa itu bermakna, maka
segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
[
kuda],[makan],[rumah],[adil],[tenang] : bermakna = bahasa
[dsljk],[ahgysa],[kjki],[ybewl]
: tidak bermakna = bahasa
6.
Bahasa itu bersifat konvensional
Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang
dilambangkannya bersifat arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk
suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat
bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk
mewakili konsep yang diwakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang biasa
dikendarai, dilambangkan dengan bunyi [kuda], maka anggota masyarakat bahasa
Indonesia harus mematuhinya. Kalau tidak dipatuhinya dan digantikan dengan lambang
lain, maka komunikasi akan terhambat.
7.
Bahasa itu bersifat unik
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa
mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas
ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan
kalimat, atau sistem-sistem lainnya.
8. Bahasa itu bersifat universal
Selain
bersifat unik,bahasa juga bersifat universal.artinya ada ciri-ciri yang sama
yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada didunia ini.misalnya,ciri universal
bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang
terdiri dari vokal dan konsonan.
9. Bahasa itu bersifat produktif
Bahasa
bersifat produktif, artinya meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi
dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan
bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang
berlaku dalam bahasa itu. Misalnya, kita ambil fonem dalam bahasa Indonesia,
/a/, /i/, /k/, dan /t/. Dari empat fonem tersebut dapat kita hasilkan
satuan-satuan bahasa:
·
/i/-/k/-/a/-/t/
·
/k/-/i/-/t/-/a/
·
/k/-/i/-/a/-/t/
·
/k/-/a/-/i/-/t/
10.
Bahasa itu bervariasi
Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari
berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang budaya yang
tidak sama. Karena perbedaan tersebut maka bahasa yang digunakan menjadi
bervariasi. Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:
·
Idiolek : Ragam bahasa yang bersifat perorangan.
·
Dialek : Variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok
anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
·
Ragam : Variasi bahasa yang digunakan dalam situasi
tertentu. Misalnya, ragam baku dan ragam tidak baku.
11. Bahasa itu bersifat dinamis
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan
gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya
dan bermasyarakat. Karena keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan
manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat kegiatan manusia itu
selalu berubah, maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi
dinamis. Perubahan itu dapat berupa pemunculan kata atau istilah baru,
peralihan makna sebuah kata, dan perubahan-perubahan lainnya.
12. Bahasa itu manusiawi
12. Bahasa itu manusiawi
Alat
komunikasi manusia berbeda dengan binatang. Alat komunikasi binatang bersifat
tetap, statis. Sedangkan alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat
produktif dan dinamis. Maka, bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu
hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.
B.SEJARAH BAHASA INDONESIA
Bahasa
indonesia ialah bahasa melayu yang kemudian dijadikan sebagai bahasa resmi
bangsa Indonesia serta bahasa persatuan.Bahasa Indonesia pada awalnya
diresmikan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia,yaitu satu hari
sesudahnya,bersamaan dengan dimulainya konstitusi.Di Negara timor leste,bahasa
Indonesia berstatus menjadi bahasa kerja.
Dilihat dari sudut pandang
linguistik, sejarah bahasa Indonesia merupakan ragam dari bahasa Melayu. Dasar
yang digunakan ialah dari bahasa Melayu Riau (Kepulauan Riau) dari abad ke-19.
Penamaan dari "Bahasa Indonesia" pada awalnya diawali sejak adanya
Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, guna menghindari kesan mengenai
"imperialisme bahasa" jika nama dari bahasa Melayu masih dipakai.
Proses tersebut membuat adanya perbedaan dengan Bahasa Indonesia yang sekarang
dengan adanya varian bahasa Melayu yang dipakai di Riau dan Semenanjung Malaya.
Sampai saat ini, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang tetap hidup dan
menghasilkan kata-kata baru, baik itu dengan melalui penciptaan ataupun
penyerapan dari bahasa asing dan bahasa daerah.
Bahasa Indonesia dituturkan dan dipahami lebih dari 90% warga Indonesia,
akan tetapi bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu untuk kebanyakan para
penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia memakai salah satu dari 748 bahasa
yang terdapat dan tumbuh di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa
Indonesia sering memakai versi sehari-hari atau kolokial ataupun
mencampuradukkannya dengan dialek Melayu yang lainnya atau bahasa ibunya.
Meskipun begitu, Bahasa Indonesia tetap dipakai sangat luas di berbagai perguruan, sastra, media massa, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Bahasa Indonesia telah dipakai oleh semua warga Indonesia. Tata bahasa dan fonologi Bahasa Indonesia dianggap relatif cukup mudah. Dasar-dasar penting yang digunakan untuk berkomunikasi dapat dipelajari hanya dalam beberapa minggu saja.
C.PEMBENTUKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL
Terdapat 4 faktor yang
menjadikan bahasa Melayu kemudian diangkat menjadi bahasa Indonesia, antara
lain :
a.) Bahasa melayu sudah menjadi sebuah
lingua franca bagi bangsa Indonesia,bahasa perdagangan,dan bahasa perhubungan
b.) Sistem bahasa melayu yang cukup
sederhana,sehingga mudah untuk dipelajari karena bahasa melayu tidak mengenal
tingkatan bahasa.
c.) Suku jawa,sunda,dan suku-suku yang
lainnya dapat dengan sukarela untuk menerima bahasa melayu menjadi bahasa
Indonesia untuk digunakan sebagai bahasa
nasional.
d.) Bahasa melayu memiliki kesanggupan
untuk digunakan sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang sangat luas.
D.PERKEMBANGAN
BAHASA INDONESIA
1. Tahun 1908
pemerintah colonial belanda membangun badan penerbit buku bacaan yang kemudian
diberi nama yaitu Commissie voor de Volkslectuur atau Taman Bacaan Rakyat.Pada
tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka.Badan penerbit tersebut menerbitkan
berbagai macam novel,seperti Siti Nurbaya,buku penuntun bercocok tanam,dan lain
sebagainya yang membantu dalam penyebaran bahasa melayu.
2. Tanggal 16 Juni
1927 Jahja datoek kajo memakai bahasa Indonesia di dalam pidatonya.Hal ini
merupakan pertama kalinya disidang Volksraad,terdapat seseorang yang berpidato
dengan memakai bahasa Indonesia.
3. Tanggal 28 Oktober
1928 Muhammad Yamin secara resmi mengusulkan supaya bahasa melayu digunakan
sebagai bahasa persatuan Indonesia.
4. Tahun 1933
berdiri angkatan sastrawan muda yaitu pujangga Baru dan dipimpin oleh Sutan
Takdir Alisyahbana.
5. Pada tahun 1936
Sutan Takdir Alisyahbana kemudian menyusun Tata bahasa Baru Bahasa Indonesia.
6. Tanggal 25-28
Juni 1938 dilaksanakan atau diselenggarakan kongres Bahasa Indonesia I di kota
Solo.Dari hasil kongres tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha pengembangan dan
pembinaan bahasa Indonesia dilakukan secara sadar oleh budayawan dan
cendekiawan Indonesia pada saat itu.
7. Tanggal 18
Agustus 1945 ditanda tanganilah UUD 1945,pada pasal 36 menetapkan bahwa bahasa
Indonesia digunakan sebagai bahasa Negara.
8. Tanggal 19 Maret
1947 diresmikan tentang penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti dari ejaan
Van Ophuysen yang sebelumnya berlaku.
9. Tanggal 28
Oktober -2 November 1954 dilaksanakan kongres Bahasa Indonesia II di
Medan.Kongres Bahasa Indonesia II ini adalah perwujudan mengenai tekad bangsa
Indonesia untuk tetap terus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat
menjadi bahasa kebangsaan serta ditetapkan menjadi bahasa Negara Indonesia.
10. Tanggal 16
Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia pada masa itu yaitu Presiden Soeharto
meresmikan penggunaan EYD atau Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan dengan
melalui pidato kenegaraan didepan siding DPR dan dikuatkan dengan adanya
Keputusan Presiden No.57 Tahun 1972.
11. Pada tanggal 31
Agustus 1972 Menteri pendidikan dan kebudayaan pada masa itu menetapkan
mengenai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan serta Pedoman
Umum Pembentukan Istilah resmi diberlakukan di Indonesia (Wawasan Nusantara).
12. Tanggal 28
Oktober - 2 November 1978 dilaksanakan Kongres Bahasa Indonesia IIIdi
Jakarta.kongres tersebut untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-50.Selain
telah memperlihatkan kemajuan,perkembangan,dan pertumbuhan bahasa
Indonesia,juga telah berusaha untuk memantapkan kedudukan serta fungsi bahasa
Indonesia itu sendiri.
13. Tanggal 21-26
November 1983 dilaksanakan Kongres Bahasa Indonesia IVdi Jakarta.Kongres Bahasa
Indonesia IV ini dilaksanakan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-55.Dalam
putusannya itu disebutkan bahwa pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia
yang harus ditingkatkan sehingga amanat tercantum dalam Garis-Garis Besar
Haluan Negara,dimana mewajibkan kepada warga Negara Indonesia untuk memakai
bahasa Indonesia dengan benar dan dapat tercapai dengan semaksimal mungkin.
14. Tanggal 28
Oktober – 3 November 1988 dilaksanakan Kongres Bahasa Indonesia V di
Jakarta.Kongres Bahasa Indonesia V ini dihadiri oleh sekitar 700 pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia
serta terdapat peserta tamu dari berbagai Negara sahabat.Kongres tersebut
ditanda tangani dengan dipersembahkannya karya dari Pusat Pembinaan dan
pengembangan Bahasa kepada para pecinta bahasa Indonesia di Nusantara,yaitu
Kamus Besar Bahasa Indonesia serta Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
15. Tanggal 28
Oktober – 2 November 1993 dilaksanakan Kongres Bahasa Indonesia VI di
Jakarta.Pesertanya yaitu 770 pakar bahasa dari Indonesia dan terdapat 53
peserta tamu dari mancanegara.Kongres ini mengusulkan supaya Pusat Pembinaan
dan Pengembangan Bahasa untuk lebih ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga
Bahasa Indonesia,dan mengusulkan agar disusun Undang-Undang Bahasa Indonesia.
16. Tanggal 26 – 30
Oktober 1998 dilaksanakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia,Jakarta.dengan
diselenggarakannya kongres tersebut guna mengusulkan dibentuknya Badan
Pertimbangan Bahasa.
Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,telah mengukuhkan fungsi dan
kedudukan bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa
nasional.Sekarang ini bahasa Indonesia sudah digunakan oleh masyarakat
Indonesia,baik itu di tingkat pusat ataupun daerah.
a.Perkembangan
bahasa Indonesia masa reformasi
Munculnya bahasa pers atau bahasa
Media Massa :
1) Jumlah kata-kata singkatan yang
semakin bertambah.
2) Penggunaan istilah atau bahasa asing
didalam surat kabar yang semakin banyak.
Pers berjasa dalam sejarah bahasa
Indonesia untuk memperkenalkan berbagai istilah, ungkapan, dan kata-kata baru,
seperti : hujat, kroni, rekonsiliasi, provokator, konspirasi, proaktif, arogan,
KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), dan lain sebagainya.
b.Kedudukan
Bahasa Indonesia
1.Sebagai Bahasa Nasional
Kedudukan bahasa Indonesia ini diperoleh sudah sejak awal kelahirannya, yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan juga bahasa persatuan. Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi bahasa Indonesia sebagai berikut :
1.
Lambang
identitas (jati diri).
2.
Lambang
kebanggaan bangsa Indonesia.
3.
Sebagai alat
pemersatu diberbagai kalangan masyarakat yang memilki latar belakang etnis
serta sosial – budaya,dan berbagai macam bahasa
daerah yang berbeda-beda
4.
Sebagai alat
penghubung antar daerah dan antar budaya.
2.Sebagai Bahasa Resmi
Kedudukan bahasa Indonesia ini memiliki dasar yuridis konstitusional, yaitu Bab XV pada pasal 36 UUD 1945. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa resmi dan memiliki beberapa fungsi bahasa Indonesia sebagai berikut :
1)
Bahasa resmi
negara.
2)
Digunakan
sebagai bahasa pengantar resmi dalam lembaga pendidikan.
3)
Bahasa resmi
dalam perhubungan di tingkat nasional guna kepentingan pelaksanaan dan
perencanaan pembangunan serta pemerintahan.
4)
Bahasa resmi
dalam pemanfaatan ilmu dan teknologi serta pengembangan kebudayaan.
c.Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi Bahasa Indonesia Baku :
a) Pemersatu : digunakan dalam hubungan
sosial antar manusia.
b) Penanda kepribadian : dapat
mengungkapkan jati diri dan juga
perasaan.
c) Menambah wibawa : berfungsi untuk
menjaga komunikasi yang santun.
d) Kerangka acuan : memiliki tindak
tutur yang terkontrol.
1. Secara umum fungsi
bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi tulis maupun lisan. Menurut
Santoso, dkk. bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang mempunyai fungsi
antara lain :
a)
Fungsi
informasi : untuk mengungkapkan perasaan.
b)
Fungsi
adaptasi dan integrasi : terkait hubungannya dengan sosial.
c)
Fungsi
ekspresi diri : mendapatkan perlakuan terhadap sesama anggota masyarakat.
d)
Fungsi
kontrol sosial : berfungsi untuk mengatur tingkah laku.
2.
Hallyday (1992) berpendapat bahwa fungsi bahasa yang digunakan sebagai alat
komunikasi guna kebutuhan :
a.)
Fungsi
instrumental : guna memperoleh sesuatu.
b.)
Fungsi
regulatoris : agar dapat mengendalikan perilaku orang
lain.
c.)
Fungsi
intraksional : agar dapat berkomunikasi
atau berinteraksi dengan orang lain.
d.)
Fungsi
personal : agar dapat berinteraksi dengan orang lain.
e.)
Fungsi
heuristik : agar dapat menemukan dan belajar sesuatu.
f.) Fungsi imajinatif : agar dapat
menciptakan dunia imajinasi.
g.) Fungsi representasional : agar dapat
menyampaikan informasi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sumber dari terciptanya bahasa Indonesia adalah bahasa melayu,maka Secara sosiologis, bahasa Indonesia resmi dipakai sebagai bahasa persatuan sejak tanggal 28 Oktober 1928. Akan tetapi, secara yuridis Bahasa Indonesia di akui pada saat setelah kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, hal ini karena bahasa melayu sudah digunakan sebagai lingua franca atau bahasa pergaulan di nusantara serta bahasa Melayu yang sederhana sehingga mudah untuk dipelajari dan tidak terdapat tingkatan bahasa.
Sumber dari terciptanya bahasa Indonesia adalah bahasa melayu,maka Secara sosiologis, bahasa Indonesia resmi dipakai sebagai bahasa persatuan sejak tanggal 28 Oktober 1928. Akan tetapi, secara yuridis Bahasa Indonesia di akui pada saat setelah kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, hal ini karena bahasa melayu sudah digunakan sebagai lingua franca atau bahasa pergaulan di nusantara serta bahasa Melayu yang sederhana sehingga mudah untuk dipelajari dan tidak terdapat tingkatan bahasa.
Itulah sejarah
bahasa Indonesia, kedudukan bahasa Indonesia, dan fungsi bahasa Indonesia.
Sejarah bahasa Indonesia adalah sejarah perjuangan bangsa dalam menetapan
eksistensinya di mata negara-negara lain di dunia. Perjuangan bangsa Indonesia
guna membuat bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional bukan merupakan perkara
mudah, mengingat bahwa negara Indonesia sempat dijajah berkali-kali, dan hal
tersebut mengubah cara pengejaan kata demi kata walaupun tidak terlalu
signifikan.
Secara umum fungsi
bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi tulis maupun lisan. Menurut
Santoso, dkk. bahwa bahasa merupakan alat komunikasi dan Hallyday (1992)
berpendapat bahwa fungsi bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi guna
kebutuhan
B. Saran
Bahasa indonesia sudah semakin dikenal masyarakat dunia. Bahkan sudah sangat banyak
dipelajari di berbagai belahan dunia namun sangat disayangkan jika kita melihat
fakta bahwa masyarakat kita sendiri masih banyak yang belum menguasai bahasa
Indonesia sendiri, Baik masyarakat awam maupun kaum terdidik seperti mahasiswa.
Bahkan banyak juga yang tidak pandai menggunakan bahasa Indonesia, dan ada juga
yang sering menggunakan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari. Sehingga hal
ini sangat kontraks dengan fakta bahwa sudah banyak orang dari luar negri yang
mempelajari bahasa Indonesia.Sehingga kita sebagai kaum terpelajar sudah
seharusnya mengimplementasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
dalam kehidupan kampus ataupun kehidupan sehari-hari. Dan jangan lupa sebagai
kaum muda sudah seharusnya kita melestarikan budaya berbahasa yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar